“Bukan kah kau akan mencoret namanya dari daftar tersangka?” tanya Yoona
sambil meletakkan setumpuk kertas di meja Yoochun. “Dia
memang memiliki motif untuk menculik Yunho tapi dia tidak memiliki motif untuk ketiga kasus sebelumnya.”
“Aku tahu, tapi selalu ada
kemungkinan di dunia ini.” jawab Yoochun tanpa menoleh pada Yoona, masih sibuk
membuat daftar pertanyaan untuk wawancara. “Kau sudah mempersiap-kan peralatan yang kuminta?”
“Sudah.” Kata
Yoona. “Ah! Dr. Kang dari Tim Forensik ingin menemuimu sebelum kau meminta
keterangannya.”
“Baiklah.” Yoochun
berdiri dari kurisnya dan berjalan keluar, diikuti oleh Yoona.
Mereka berdua
menuju salah satu ruangan interogasi. Ada yang berbeda dari ruang interogasi
ini, karena biasanya hanya terdiri dari meja, kursi dan beberapa kamera pengawas,
tetapi ruang interogasi ini dilengkapi beberapa peralatan medis.
Yoochun menatap
seorang pria yang tengah duduk di kursi saksi. Ini merupakan yang ketiga
kalinya Changmin akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Walaupun
statusnya masih sebagai saksi, tetapi tidak ada yang dapat menjamin bahwa
Changmin akan menjadi saksi selamanya. Terutama setelah Yunho
menunjuk foto Changmin saat Yoochun menanya-kan yang mana wajah orang yang
menculiknya.
“Dr. Kang!” seru
Yoochun setelah memasuki ruangan.
“Ah, Detektif Park.
Kita sudah menerima izin dari Shim Changmin untuk menggunakan alat pendeteksi
kebohongan padanya. Aku sudah memasang 4 sensor yang akan merekam aktifitas
yang dijadikan sebagai indikator kebohongan. Kau harus menanyakan 4-5
pertanyaan yang mudah dan sederhana sebagai permulaan setelah itu kau boleh
menaikan tingkat kesulitan pertanyaan.” Jelas Dr. Kang. “Kuharap ini membantu
penyelidikanmu.”
Alat pendeteksi
kebohongan pada dasarnya terdiri dari alat-alat medis yang digunakan untuk
memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. Alat ini akan mencatat perubahan detak
jantung, tekanan darah, laju pernafasan, dan aktivitas elektro-dermal –keringat
dari jari-jari tangan– yang dibandingkan dengan keadaan normal. Ketika
seseorang berbohong maka akan terjadi perubahan-perubahan pada parameter
tersebut yang ditunjukan dengan gelombang yang bergetar dengan cepat,
sebaliknya jika ia jujur maka gelombang akan bergetar secara perlahan atau
bahkan tidak bergetar. Hasilnya akan
berbentuk grafik naik turun seperti pada seismograph –alat pencatat pada
bencana alam, gempa bumi.
Yoochun
menganggukan kepalanya, menandakan bahwa ia mengerti apa yang dijelaskan oleh
Dr. Kang. Ia memasuki ruangan dan disambut oleh tatapan datar Changmin. Ia
tersenyum ramah, tetapi Changmin tidak memperdulikannya.
Sejujurnya Yoochun
tidak membutuhkan alat seperti ini untuk mendeteksi kebohongan, karena ia dapat
mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak padanya. Tetapi berdasarkan
hasil interogasi dengan Changmin sebelumnya, ia tidak dapat memastikan apakah
Changmin berbohong atau tidak, karena sulit sekali melihat perubahan sikap
padanya. Bisa dibilang bahwa Changmin itu hampir tidak memiliki emosi seperti
manusia pada umumnya.
“Kurasa kita sering
bertemu akhir-akhir ini.” kata Yoochun sebagai salam pembuka. “Semoga kau tidak
bosan.”
“Ya.” jawab
Changmin, ia melirik sekilas alat-alat yang ditempelkan pada tubuhnya. Memang bebeda
dengan yang sering digunakan Junsu padanya. Tapi Changmin tidak mempertanyakan
hal itu.
“Shim Changmin, 27
tahun. Kau tinggal dengan sepupumu yang bernama Kim Junsu, benar?” Yoochun
menanyakan pertanyaan pertama.
“Benar.”
“Kau mengenal Kim
Jaejoong?”
“Ya, dia adalah
temannya Junsu.”
“Kim Seokjin, Song
Jisoo, dan Yoo Seungho. Kau mengenal mereka?”
“Tidak.”
“Apa kau memiliki
dendam dengan rekan kerjamu, Jung Yunho?”
“Tidak.”
Kening Yoochun
mengerut saat menatap layar komputer yang memberikan grafik hasil dari
pertanyaan yang diajukan. ‘Kenapa tidak
ada perubahan? Apakah pertanyaanku terlalu mudah? Seharusnya alat ini mencatat
perubahan sekecil apapun. Tapi mengapa grafiknya tidak naik atau turun
sedikitpun setelah 4 pertanyaan walaupun ia menjawab jujur seharusnya ada
sedikit perubahan’ batinnya
“Kau mengenal Han Yoomi?”
Yoochun kembali mengajukan pertanyaan.
“Ya.”
Tetap tidak ada
perubahan.
“Kim Junsu..”
Yoochun berhenti sejenak untuk melihat reaksi Changmin. Tapi orang yang
ditatapnya hanya menatapnya datar seperti biasa, kemudia ia melanjutkan, “Han
Yoomi dan Jung Yunho, kau tahu seperti apa hubungan mereka bertiga?”
“Ya.”
Tetap tidak ada
perubahan. Yoochun keluar dari ruangan untuk meminta penjelasan dari Dr. Kang.
“Aneh,” gumam Dr.
Kang. “Seharusnya ini memberikan gelombang naik turun bahkan ketika ia mendengar
pertanyaan, jika ia merasa penasaran dengan apa yang kau katakan seharusnya itu
terekam dengan alat ini.”
“Apakah alatnya
rusak?” tanya Yoochun
“Tidak mungkin.
Alat ini baru saja digunakan oleh Detektif Kim Taehyung untuk menginterogasi
tersangka penyelundupan narkotika di Hongdae.”
Yoochun kembali
masuk kedalam ruangan, kali ini Dr. Kang dan Yoona mengikutinya. Dr. Kang
kembali mengecek sensor yang dipasangkan pada tubuh Changmin, memastikan bahwa
alat tersebut berfungsi dengan baik. Ia menduga bahwa Changmin memiliki denyut
nadi yang lemah dan memeriksanya. Tetapi Dr.
Kang tidak dapat merasakan tanda-tanda kehidupan dalam tubuh Changmin. Ia
segera membisikan sesuatu pada Yoochun.
Yoochun mencoba
mengingat kembali semua perkataan Yoomi. Sesaat setelah Yoomi menceritakan
kejadian yang terjadi pada saat Junsu, Changmin dan Jaejoong menjenguk Yunho.
Ia juga telah mendengar kisah Yoomi dan Junsu pada masa lalu.
“Aku mengenal Junsu sejak kami kecil karena
rumah kami bertetangga. Dia adalah orang yang baik dan tertutup. Tidak banyak
teman yang ia miliki. Sejak kedua orang tuanya meninggal, ia dirawat oleh
neneknya. Tetapi saat masuk SMA dia sudah tidak tinggal dengan neneknya, ia
menempati rumahnya yang lama dan mengenai sepupunya, aku tidak tahu dia
mempunyai sepupu bernama Shim Changmin yang sekaligus adalah rekan kerja
Yunho.” Jelas Yoomi. Ia juga menanyai Yoomi mengenai passion Junsu dibidang
robot. “Ia memang menyukai bidang mekatronika, sejak Ayahnya memberi hadiah
miniatur robot sebelum beliau meninggal. Kurasa itu motivasinya mempelajari
bidang itu. Tetapi Junsu belum pernah menjadi juara dalam perlombaan internasional, rekornya yang paling bagus sampai saat ini
sepertinya hanya bisa mencapai 10 besar pada kejuaraan internasional.”
“Apakah mungkin...”
pikir Yoochun mencoba mengingat-ngingat semua hal aneh pada diri Changmin.
Tulisan tangan yang seperti jenis font
pada komputer, wajah yang tak pernah menampilkan emosi, kemampuan Junsu sebagai
pembuat robot, bahkan sekarang ia tidak dapat merasakan denyut nadi pada tubuh
itu. Yoochun meraih ponselnya dan mengetikan sesuatu dengan cepat, lalu
memberikannya kepada Changmin. “Ini akan menjadi yang terakhir. Bisa kah kau
menjawab ini.”
Changmin menatap
layar ponsel Yoochun. Pada layar itu ditampilkan 9 gambar obyek berwarna merah
dan terdapat perintah yang berbunyi ‘Diantara
gambar berikut manakah yang merupakan bunga?’. Ia hanya menatap kosong pada
layar, memahami pertanyaan tersebut tetapi tak dapat membedakannya. Ia memang
dilengkapi dengan berbagai sensor canggih, tapi sensor itu tidak akan berguna
jika yang dilihatnya bukan obyek sebenarnya.
Setelah Changmin
menjawab secara acak, ia mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya. Yoochun
menatap kata-kata yang tertulis pada layar“Are
you a robot?. Ya tes terakhir yang diberikan Yoochun adalah captcha yang biasa ada untuk membuktikan
bahwa ia adalah manusia sebelum diberi link
ke halaman web selanjutnya. Tapi Changmin tidak dapat menjawab dengan
benar.
“Astaga.” Ujar
Yoona tercekat, menutup mulut dengan tangannya.
“Segera buat surat
perintah penangkapan untuk Kim Junsu!” perintah Yoochun.
“Baik!” jawab Yoona
dan ia langsung meninggalkan ruangan.
“Shim Changmin,
bisakah aku menyakan satu hal lagi padamu?” tanya Yoochun. “Apakah kau
manusia?”
“Ya.”
Tetap tidak ada
perubahan pada alat pendeteksi kebohongan.
***
“Bagaimana
kelanjutan kasus yang kalian tangani?” tanya Taehyung ketika ia melihat Yoona
dan Kyuhyun sedang mengambil jatah makan siangnya.
“Kami telah menemui
titik terang, tapi belum bisa dipastikan juga.” Jawab Kyuhyun.
“Kalian tahu, aku
masih tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi.” Ujar Yoona meletakkan nampan
makan siangnya. “Ini benar-benar luar biasa. Bagaimana bisa dia menciptakan
sesuatu yang mendekati sempurna. Jika dia benar-benar robot.”
“Memangnya kau ada
bukti bahwa dia robot?” tanya Jungkook yang baru bergabung. “Kami sudah
mendengar ceritanya dari Dr. Kang.” Merujuk pada dirinya sendiri dan Taehyung.
“Yah, sudah jelas
bukan.” Kata Yoona.
“Tapi kenapa
langsung mengeluarkan surat perintah penangkapan?” tanya Taehyung. “Dia tidak
bisa dijadikan tersangka hanya karena membuat robot seperti manusia.”
“Bukan itu
masalahnya. Deskripsi tersangka dalam kasus ini mirip dengan ciri-ciri Shim
Changmin. Orang yang mengendalikan Changmin adalah Junsu. Jadi bisa dibilang
bahwa Junsu lah dalang di balik semua ini.”
jelas Yoona.
Jungkook menyuapkan
sesendok penuh nasi, “Kuharap kalian tidak salah. Karena jika Shim Changmin
bukan robot, maka tim kalian bisa mendapatkan tuntutan atas pencemaran nama
baik.”
“Sepertinya
Detektif Park sudah mengetahui itu,” tambah Kyuhyun. “Semuanya akan menjadi
jelas jika Kim Junsu mau bekerja sama dalam penyelidikan.”
“Kim Junsu.” Gumam Taehyung tersenyum kecil.
“Aku penasaran, siapa dia sebenarnya.”
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar