Welcome

Rabu, 13 April 2016

FREGOLI DELUSION (15)



“Bukan kah kau akan mencoret namanya dari daftar tersangka?” tanya Yoona sambil meletakkan setumpuk kertas di meja Yoochun. “Dia memang memiliki motif untuk menculik Yunho tapi dia tidak memiliki motif  untuk ketiga kasus sebelumnya.”

“Aku tahu, tapi selalu ada kemungkinan di dunia ini.” jawab Yoochun tanpa menoleh pada Yoona, masih sibuk membuat daftar pertanyaan untuk wawancara. “Kau sudah mempersiap-kan peralatan yang kuminta?”

“Sudah.” Kata Yoona. “Ah! Dr. Kang dari Tim Forensik ingin menemuimu sebelum kau meminta keterangannya.”

“Baiklah.” Yoochun berdiri dari kurisnya dan berjalan keluar, diikuti oleh Yoona.

Mereka berdua menuju salah satu ruangan interogasi. Ada yang berbeda dari ruang interogasi ini, karena biasanya hanya terdiri dari meja, kursi dan beberapa kamera pengawas, tetapi ruang interogasi ini dilengkapi beberapa peralatan medis.

Yoochun menatap seorang pria yang tengah duduk di kursi saksi. Ini merupakan yang ketiga kalinya Changmin akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Walaupun statusnya masih sebagai saksi, tetapi tidak ada yang dapat menjamin bahwa Changmin akan menjadi saksi selamanya. Terutama setelah Yunho menunjuk foto Changmin saat Yoochun menanya-kan yang mana wajah orang yang menculiknya.

“Dr. Kang!” seru Yoochun setelah memasuki ruangan.

“Ah, Detektif Park. Kita sudah menerima izin dari Shim Changmin untuk menggunakan alat pendeteksi kebohongan padanya. Aku sudah memasang 4 sensor yang akan merekam aktifitas yang dijadikan sebagai indikator kebohongan. Kau harus menanyakan 4-5 pertanyaan yang mudah dan sederhana sebagai permulaan setelah itu kau boleh menaikan tingkat kesulitan pertanyaan.” Jelas Dr. Kang. “Kuharap ini membantu penyelidikanmu.”

Alat pendeteksi kebohongan pada dasarnya terdiri dari alat-alat medis yang digunakan untuk memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. Alat ini akan mencatat perubahan detak jantung, tekanan darah, laju pernafasan, dan aktivitas elektro-dermal –keringat dari jari-jari tangan– yang dibandingkan dengan keadaan normal. Ketika seseorang berbohong maka akan terjadi perubahan-perubahan pada parameter tersebut yang ditunjukan dengan gelombang yang bergetar dengan cepat, sebaliknya jika ia jujur maka gelombang akan bergetar secara perlahan atau bahkan tidak bergetar.  Hasilnya akan berbentuk grafik naik turun seperti pada seismograph –alat pencatat pada bencana alam, gempa bumi.

Yoochun menganggukan kepalanya, menandakan bahwa ia mengerti apa yang dijelaskan oleh Dr. Kang. Ia memasuki ruangan dan disambut oleh tatapan datar Changmin. Ia tersenyum ramah, tetapi Changmin tidak memperdulikannya.

Sejujurnya Yoochun tidak membutuhkan alat seperti ini untuk mendeteksi kebohongan, karena ia dapat mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak padanya. Tetapi berdasarkan hasil interogasi dengan Changmin sebelumnya, ia tidak dapat memastikan apakah Changmin berbohong atau tidak, karena sulit sekali melihat perubahan sikap padanya. Bisa dibilang bahwa Changmin itu hampir tidak memiliki emosi seperti manusia pada umumnya.

“Kurasa kita sering bertemu akhir-akhir ini.” kata Yoochun sebagai salam pembuka. “Semoga kau tidak bosan.”

“Ya.” jawab Changmin, ia melirik sekilas alat-alat yang ditempelkan pada tubuhnya. Memang bebeda dengan yang sering digunakan Junsu padanya. Tapi Changmin tidak mempertanyakan hal itu.

“Shim Changmin, 27 tahun. Kau tinggal dengan sepupumu yang bernama Kim Junsu, benar?” Yoochun menanyakan pertanyaan pertama.

“Benar.”

“Kau mengenal Kim Jaejoong?”

“Ya, dia adalah temannya Junsu.”

“Kim Seokjin, Song Jisoo, dan Yoo Seungho. Kau mengenal mereka?”

“Tidak.”

“Apa kau memiliki dendam dengan rekan kerjamu, Jung Yunho?”

“Tidak.”

Kening Yoochun mengerut saat menatap layar komputer yang memberikan grafik hasil dari pertanyaan yang diajukan. ‘Kenapa tidak ada perubahan? Apakah pertanyaanku terlalu mudah? Seharusnya alat ini mencatat perubahan sekecil apapun. Tapi mengapa grafiknya tidak naik atau turun sedikitpun setelah 4 pertanyaan walaupun ia menjawab jujur seharusnya ada sedikit perubahan’ batinnya

“Kau mengenal Han Yoomi?” Yoochun kembali mengajukan pertanyaan.

“Ya.”

Tetap tidak ada perubahan.

“Kim Junsu..” Yoochun berhenti sejenak untuk melihat reaksi Changmin. Tapi orang yang ditatapnya hanya menatapnya datar seperti biasa, kemudia ia melanjutkan, “Han Yoomi dan Jung Yunho, kau tahu seperti apa hubungan mereka bertiga?”

“Ya.”

Tetap tidak ada perubahan. Yoochun keluar dari ruangan untuk meminta penjelasan dari Dr. Kang.
“Aneh,” gumam Dr. Kang. “Seharusnya ini memberikan gelombang naik turun bahkan ketika ia mendengar pertanyaan, jika ia merasa penasaran dengan apa yang kau katakan seharusnya itu terekam dengan alat ini.”

“Apakah alatnya rusak?” tanya Yoochun

“Tidak mungkin. Alat ini baru saja digunakan oleh Detektif Kim Taehyung untuk menginterogasi tersangka penyelundupan narkotika di Hongdae.”

Yoochun kembali masuk kedalam ruangan, kali ini Dr. Kang dan Yoona mengikutinya. Dr. Kang kembali mengecek sensor yang dipasangkan pada tubuh Changmin, memastikan bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik. Ia menduga bahwa Changmin memiliki denyut nadi yang lemah dan memeriksanya. Tetapi Dr. Kang tidak dapat merasakan tanda-tanda kehidupan dalam tubuh Changmin. Ia segera membisikan sesuatu pada Yoochun.

Yoochun mencoba mengingat kembali semua perkataan Yoomi. Sesaat setelah Yoomi menceritakan kejadian yang terjadi pada saat Junsu, Changmin dan Jaejoong menjenguk Yunho. Ia juga telah mendengar kisah Yoomi dan Junsu pada masa lalu.

“Aku mengenal Junsu sejak kami kecil karena rumah kami bertetangga. Dia adalah orang yang baik dan tertutup. Tidak banyak teman yang ia miliki. Sejak kedua orang tuanya meninggal, ia dirawat oleh neneknya. Tetapi saat masuk SMA dia sudah tidak tinggal dengan neneknya, ia menempati rumahnya yang lama dan mengenai sepupunya, aku tidak tahu dia mempunyai sepupu bernama Shim Changmin yang sekaligus adalah rekan kerja Yunho.” Jelas Yoomi. Ia juga menanyai Yoomi mengenai passion Junsu dibidang robot. “Ia memang menyukai bidang mekatronika, sejak Ayahnya memberi hadiah miniatur robot sebelum beliau meninggal. Kurasa itu motivasinya mempelajari bidang itu. Tetapi Junsu belum pernah menjadi juara dalam perlombaan internasional, rekornya yang paling bagus sampai saat ini sepertinya hanya bisa mencapai 10 besar pada kejuaraan internasional.”

“Apakah mungkin...” pikir Yoochun mencoba mengingat-ngingat semua hal aneh pada diri Changmin. Tulisan tangan yang seperti jenis font pada komputer, wajah yang tak pernah menampilkan emosi, kemampuan Junsu sebagai pembuat robot, bahkan sekarang ia tidak dapat merasakan denyut nadi pada tubuh itu. Yoochun meraih ponselnya dan mengetikan sesuatu dengan cepat, lalu memberikannya kepada Changmin. “Ini akan menjadi yang terakhir. Bisa kah kau menjawab ini.”

Changmin menatap layar ponsel Yoochun. Pada layar itu ditampilkan 9 gambar obyek berwarna merah dan terdapat perintah yang berbunyi ‘Diantara gambar berikut manakah yang merupakan bunga?’. Ia hanya menatap kosong pada layar, memahami pertanyaan tersebut tetapi tak dapat membedakannya. Ia memang dilengkapi dengan berbagai sensor canggih, tapi sensor itu tidak akan berguna jika yang dilihatnya bukan obyek sebenarnya.

Setelah Changmin menjawab secara acak, ia mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya. Yoochun menatap kata-kata yang tertulis pada layar“Are you a robot?. Ya tes terakhir yang diberikan Yoochun adalah captcha yang biasa ada untuk membuktikan bahwa ia adalah manusia sebelum diberi link ke halaman web selanjutnya. Tapi Changmin tidak dapat menjawab dengan benar.

“Astaga.” Ujar Yoona tercekat, menutup mulut dengan tangannya.

“Segera buat surat perintah penangkapan untuk Kim Junsu!” perintah Yoochun.

“Baik!” jawab Yoona dan ia langsung meninggalkan ruangan.

“Shim Changmin, bisakah aku menyakan satu hal lagi padamu?” tanya Yoochun. “Apakah kau manusia?”

“Ya.”

Tetap tidak ada perubahan pada alat pendeteksi kebohongan.

***

“Bagaimana kelanjutan kasus yang kalian tangani?” tanya Taehyung ketika ia melihat Yoona dan Kyuhyun sedang mengambil jatah makan siangnya.

“Kami telah menemui titik terang, tapi belum bisa dipastikan juga.” Jawab Kyuhyun.

“Kalian tahu, aku masih tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi.” Ujar Yoona meletakkan nampan makan siangnya. “Ini benar-benar luar biasa. Bagaimana bisa dia menciptakan sesuatu yang mendekati sempurna. Jika dia benar-benar robot.”

“Memangnya kau ada bukti bahwa dia robot?” tanya Jungkook yang baru bergabung. “Kami sudah mendengar ceritanya dari Dr. Kang.” Merujuk pada dirinya sendiri dan Taehyung.

“Yah, sudah jelas bukan.” Kata Yoona. 

“Tapi kenapa langsung mengeluarkan surat perintah penangkapan?” tanya Taehyung. “Dia tidak bisa dijadikan tersangka hanya karena membuat robot seperti manusia.”

“Bukan itu masalahnya. Deskripsi tersangka dalam kasus ini mirip dengan ciri-ciri Shim Changmin. Orang yang mengendalikan Changmin adalah Junsu. Jadi bisa dibilang bahwa Junsu lah dalang di balik semua ini.” jelas Yoona.

Jungkook menyuapkan sesendok penuh nasi, “Kuharap kalian tidak salah. Karena jika Shim Changmin bukan robot, maka tim kalian bisa mendapatkan tuntutan atas pencemaran nama baik.”

“Sepertinya Detektif Park sudah mengetahui itu,” tambah Kyuhyun. “Semuanya akan menjadi jelas jika Kim Junsu mau bekerja sama dalam penyelidikan.”

 “Kim Junsu.” Gumam Taehyung tersenyum kecil. “Aku penasaran, siapa dia sebenarnya.”


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar