Welcome

Rabu, 16 Mei 2012

DBSK comeback? (part 2)


Author POV

Junsu duduk di bawah pohon sambil memeluk lutut. Ia tidak ingat kapan terakhir kali ia melihat kedua orang itu. Sejak mereka berpisah, ia bahkan tidak berharap bisa bertemu dengan mereka berdua lagi. Dan ia sama sekali tidak tahu kalau Jaejoong mengundang mereka ke acara ini. Kalau saja Junsu tahu mereka diundang, maka ia tidak akan datang.
 
Mungkin semua orang akan berpikir betapa jahatnya Junsu jika berpikiran seperti itu. Tapi Junsu memiliki alasan yang kuat kenapa ia menginginkan semua itu. Pertama, karena tidak ingin mengingat masa lalunya, dan dua orang itu adalah bagian dari masa lalunya yang menyakitkan. Kedua, ia benci menangis. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tak akan menangis lagi sejak ia tergabung dalam JYJ. Dan jika ia bertemu dengan dua orang itu, ia tidak akan bisa menahan diri untuk tidak menangis. Dan saat ini pun, ia tak bisa menahan air matanya.

“Oppa?” suara Hana mengejutkannya. Ia hanya menoleh sekilas dan lalu menatap kosong ke depan. Junsu kagum pada Jaejoong dan Hana yang bisa membawa hubungan mereka ke pelaminan. Sedangkan hubungannya dengan Taeyeon sudah kandas sejak setahun yang lalu.

“Ada apa kau ke sini?” tanya Junsu dingin.

“Aku khawatir padamu. Mereka berempat mencari keberadaanmu, tak tahunya kau malah di sini. Ayo kita temui mereka.” Hana bermaksud meraih tangan Junsu, tapi Junsu mengibaskan tangannya dengan kasar.

“Aku tidak mau.”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak ingin mereka ada di sini.”

“Tapi kenapa? Mereka teman-temanmu, bahkan seharusnya kau sudah menganggap mereka sebagai saudara.”

 “Kau tidak mengerti apa-apa! Jadi jangan ikut campur!”

Junsu berlari meninggalkan Hana setelah mengatakan kalimat itu. Hana terpaku, memandangi punggung Junsu yang semakin menjauh. Ia yakin Junsu tidak benar-benar serius dengan ucapannya. Karena ia mengenal Junsu. Ia sangat mengenal Junsu. Mungkin, ada suatu alasan yang tidak dimengertinya. Dan ia memilih untuk diam.

***

Junsu POV

“Kau benar-benar tidak sopan!” Jaejoong hyung membanting pintu kamarku.

“Ada apa ini, hyung?” tanyaku sambil bangun dari tempat tidur.

“Kau berani sekali pergi di saat ada Yunho dan Changmin! Apa pantas kau bersikap seperti itu?!”

“Hyung! Kau tidak mengerti…!”

“Apa yang tidak kumengerti?! Jalan pikiranmu yang aneh itu? Cepatlah minta maaf pada mereka berdua!” Jaejoong hyung menunjuk Yunho hyung dan Changmin yang sedang berdiri di ambang pintu. Aku tak bisa berkata apa-apa. Akupun turun dari ranjang dan menghampiri mereka.

“Maafkan aku…” ucapku pelan.

“Sudah, tidak apa-apa.” Ucap Yunho hyung. Kelembutannya tak pernah berubah. Dan itulah yang tak ingin kudengar. Karena kelembutan itu… membuatku ingin menangis.

“Kami tidak marah padamu, hyung.” Changmin menyambung. Aku menatap wajahnya yang sudah agak berubah. Changmin jadi lebih dewasa. Dan panggilan ‘hyung’ itu… hanya dia satu-satunya yang memanggilku dengan sebutan itu. Ah, aku rindu sekali pada mereka.

“Berjanjilah kau tidak akan mengulangi perbuatanmu lagi!” perintah Jaejoong hyung.

“Aku berjanji, aku tidak akan mengulai perbuatanku lagi…”

“Bagus!” Jaejoong hyung keluar begitu saja, diikuti Yoochun hyung. Beberapa saat Yunho hyung dan Changmin masih menatapku, tapi kemudian merekapun keluar meninggalkanku.
 
Ini memang masih apartment JYJ. Tapi kegiatan JYJ sudah vakum sejak Jaejoong hyung mempersiapkan pernikahannya. Dan JYJ sebenarnya sudah berakhir. Hanya saja, kami masih belum meninggalkan apartment ini karena surat-surat pengakhiran kontrak dengan C-jes belum selesai.

Apa yang akan terjadi setelah ini?

Jaejoong hyung akan tinggal di tempat lain bersama Hana. Lalu kami berempat bagaimana? Haruskah kami kembali tinggal di rumah orang tua kami masing-masing? Atau kami melanjutkan karir sebagai Dong Bang Shin Ki yang baru di bawah naungan C-jes. Kurasa, status menikah yang kini dimiliki Jaejoong hyung juga tidak bisa dijadikan alasan kenapa DBSK tak bisa bersatu lagi. Kalau memang kami berlima siap, maka nama itu akan kembali hidup setelah sekian lama tenggelam dari telinga masyarakat.

Tapi masalahnya saat ini adalah…

Aku tidak siap untuk membangun kembali DBSK. Rasa sakit hatiku atas sikap SM sudah cukup dalam dan itu membuatku tak ingin mengingat apapun tentang grup bernama DBSK. Lalu bagaimana dengan Cassiopeia? Apa mereka juga merindukan kami? Apa mereka ingin kami bersatu kembali? Atau… mereka sudah tak mengharapkan kami lagi?

Masihkah mereka mengingat… nama Dong Bang Shin Ki?

***

Hana POV

(Flashback)

Aku terpaku, memandangi punggung Junsu oppa yang semakin menjauh. Aku yakin Junsu Oppa tidak benar-benar serius dengan ucapannya. Karena aku mengenal Junsu oppa. Aku sangat mengenal Junsu oppa. Mungkin, ada suatu alasan yang tidak kumengerti. Dan aku memilih untuk diam.

“Kau melihat Junsu?” Aku tersentak karena Jaejoong mengagetkanku.

“Oppa, kurasa Junsu Oppa membutuhkan waktu untuk sendiri.” Aku mencoba menenangkan suamiku, aku tau dia sedang marah. Mungkin sikap Junsu Oppa sedikit keterlaluan, tetapi kembali lagi aku sadar bahwa ada suatu alasan yang tidak kumengerti.

“Maaf.” Jaejoong mengucapkan satu kata yang tak kumengerti.

“Maaf untuk apa?” Aku merasakan kulit dinginnya menyentuh pipi-ku dengan lembut. “Tak ada yang perlu dimaafkan Oppa.”

“Seharusnya ini menjadi hari yang paling membahagiakan untuk kita semua.”

“Aku bahagia, jika Oppa merasa bahagia.”

Jaejoong tersenyum, walaupun amarahnya belum hilang dari sorot matanya.

“Aku harus pergi.” Jaejoong hendak pergi meninggalkanku, tetapi aku memegang tangannya.

“Oppa mau ke mana?”

“Aku harus menemui Junsu.” Jaejoong menggenggam erat kedua tanganku dan mencium punggung tanganku. 

“Temui aku di apartement kita. Aku tidak akan lama.”

“Hati-hati oppa, aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu.” Jaejoong melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkanku.

(Flashback End)

Sudah 5 jam aku menunggu Jaejoong oppa pulang, kini jam menunjukan pukul 07.00 P.M. Kuraih ponselku yang berada di atas meja, tak ada pesan dari Jaejoong. Aku sedikit khawatir kepadanya, karena Jaejoong sedikit sulit mengandalikan emosinya.

Bayanganku kembali ke masa 3 tahun yang lalu, masa dimana member DBSK mempunyai konflik dengan SM. Ia pergi ke Jepang selama berbulan-bulan.

Aku mendengar suara langkah kaki dari luar, dan terdengar suara pintu dibuka.

“Oppa?” aku melihat ia masuk kedalam, mengendorkan dasi yang mengikat di lehernya, kemudian dia merebahkan badannya diatas sofa yang panjang. “Oppa dari mana saja? Aku menghawatirkanmu.”

“Maaf, membuatmu lama menunggu Baby.” Ia menghela napas. “Kau tau, Junsu berada di apartement JYJ.”

“Eh?” aku sedikit bingung, “Baby?”

“Bolehkan aku memanggilmu baby?” ia kembali bertanya kepadaku “Aku memangilmu baby, karena kau adalah istriku.”

Aku merasakan pipiku memerah, entahlah aku merasa sedikit malu, tidak biasanya ia memanggilku baby. Aku segera mengganti topic pembicaraan.

“Apa yang kau lakukan kepada Junsu oppa?” Aku sedikit cemas akan Junsu oppa. “Kau tidak memukulnya kan?”

“Tentu saja tidak.” Ia terkekeh pelan. Aku duduk di sebelahnya, ia menyambutku dan meletakkan tangannya di pinggangku.

Aku meletakkan kepalaku di bahunya, dan tangannya mulai membelai rambutku dengan lembut.

“Kau ini terlalu cemas kepadanya.”

“Tentu saja aku cemas, mereka semua seperti kakak bagiku.” aku tersenyum, inilah alasannya mengapa aku jatuh cinta padanya. “Sekarang bagaimana dengan Junsu oppa,Yoochun oppa, Changmin oppa, dan Yunho oppa.”

“Aku meninggalkan mereka di apartement itu.” Dia menjawab dengan santai seolah ia tidak merasa bersalah meninggalkan mereka semua dalam ruangan yang sama.

“Oppa, apa kau gila? mereka akan sangat canggung.”

“Biarkan saja.” Jaejoong tersenyum jahil. “Aku harus memberi mereka pelajaran.”

***

Yoochun POV

Aku berjalan meninggalkan kamar Junsu, Kulihat amarah Jaejoong hyung sedikit reda. Aku melihat Jaejoong hyung tidak duduk di kursi ruang tamu ataupun masuk kedalam kamarnya. Dia berjalan menuju pintu utama.

“Kau mau kemana hyung?” Aku mencegah Jaejoong hyung untuk keluar.

“Aku mau pulang.” Jawabnya dingin.

“Tapi inikan rumahmu.”

“Sekarang aku sudah mempunyai istri, Yoochun-sshi, aku mau bersama dengan istriku.” Jaejoong hyung langsung menutup pintu.

“Apa sebaiknya kita pulang hyung?” Changmin bertanya kepada Yunho hyung.

“Sepertinya kita tidak dibutuhkan lagi disini.” Yunho memecahkan keheningan. “Lebih baik kita pulang.”

“Tapi, kalian baru sampai, lebih baik duduk dulu.” Aku mencegah mereka untuk pulang, aku tidak mau kehilangan mereka lagi, aku masih merindukan mereka.

“Kurasa tidak bisa.” Yunho menjawab dengan datar “Bagaimana kalau kita bertemu lagi setelah Jaejoong pulang dari bulan madunya?”

“Baiklah.” Apa boleh buat aku terpaksa merelakan mereka pulang.

“Yoochun hyung.” Changmin memanggilku, dengan cepat dia memelukku. “Aku merindu-kanmu.”

“Aku juga.” Aku membalas pelukan Changmin.

“Jaga dirimu baik-baik.” Yunho berkata sambil membuka pintu, Changmin melepaskan pelukannya dan berjalan menuju Yunho hyung.

Aku tersenyum melihat mereka berjalan menjauh dari apartement yang telah aku tinggali selama 3 tahun ini.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar