Changmin POV
Hujan yang turun perlahan di luar sana membuatku
kembali mengantuk. Hmm… padahal hari ini aku ada jadwal mengajar di kampus. Ya,
baru-baru ini aku sudah beralih profesi, bukan sebagai penyanyi lagi, tapi
sebagai dosen untuk mata kuliah teknik nuklir. Sudah hampir satu tahun aku
tidak bertemu dengan keempat hyungku, tapi aku masih sering berkomunikasi dengan
mereka lewat jejaring sosial.
Yunho hyung tetap menjadi guru dance, tapi sekarang
dia sudah memiliki sanggar sendiri. Dan aku sempat mendengar juga bahwa dia
jadi pemandu fitness. Hebat sekali. Aku berharap aku bisa bertemu dengannya
lagi dalam waktu dekat ini.
Junsu hyung, benar-benar jadi penyanyi solo. Dia
meraih popularitas yang luar biasa di bawah naungan management milik Lee Junki
itu. Terakhir kali kudengar, Junsu hyung akan menikah dengan seorang wanita
yang dijodohkan dengannya. Tapi yang jelas, wanita itu bukan Taeyeon, karena
Taeyeon sekarang sudah punya kekasih lagi. Tidak percaya? Nanti tunggu saja
hari pernikahan Junsu hyung.
Jaejoong hyung sudah punya bayi sekarang. Aku sudah
melihatnya. Seorang bayi perempuan yang cantik, mirip dengan kecantikan
ayahnya. Ah, pasti sekarang mereka jadi keluarga yang sangat bahagia. Terlebih
lagi, Jaejoong hyung sangat dikenal luas sebagai pelatih vokal bebe-rapa
penyanyi papan atas dunia.
Yoochun hyung sudah menikah dengan Meissy, baru saja
dua bulan yang lalu. Tapi aku tidak datang ke pernikahannya. Karena
pernikahannya digelar di Amerika, dan kebetulan waktu itu aku sedang tidak
sempat. Kabar terakhir yang kudengar, Yoochun hyung bekerja sebagai presiden
direktur di perusahaan warisan kakeknya.
Lalu bagaimana dengan aku? Saat ini aku sedang
menjomblo. Hubunganku dengan Bomi sudah tak jelas sejak dia pergi ke Thailand.
Surat yang waktu itu disampaikan Yunho hyung padaku, adalah surat yang ditulis
Bomi untuk memberitahuku bahwa dia akan pergi ke Thailand. Tapi aku tidak
melepasnya di bandara karena pada waktu sama, aku harus meng-hadiri persidangan
Yoochun hyung. Jadi kubiarkan saja dia pergi. Kalau memang kami berjodoh, pasti
kami akan bertemu lagi.
Aku bahagia dengan keadaan kami sekarang. Meski sudah
begitu lama kami tak saling ber-temu, tapi kami sudah tak pernah bertengkar
lagi. Komunikasi di antara kami pun masih berjalan lancar walau berjauhan. Tapi
rencananya, bulan depan kami akan menghadiri acara SM town di Jepang. Aku sudah
tak sabar untuk segera bertemu mereka lagi.
Bip-bip-bip-bip
Ponselku berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Aku
menatap layarnya. Nomor tak dikenal. Siapa ya?
Langsung saja kuangkat panggilan itu untuk menjawab
rasa penasaranku.
“Halo?” ucapku gemetar.
“Changmin oppa?” aku mendengar suara yang berbicara
padaku di seberang sana. Suara yang tidak mungkin kulupakan. Ya, itu suara
Bomi…
-The end-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar