Yunho POV
Mereka
mengatakan bahwa ketika kau mati, kau bisa mengelilingi dunia. Berjalan ke
manapun kau mau. Dan di manapun kau berada, kau akan tetap bisa kembali lagi
untuk melihat semua yang ingin kau ketahui sekali lagi.
Kadang-kadang,
aku berani bersumpah bahwa aku merasa Iseul ada di samping kamarku. Tapi, dia
tak pernah meninggalkan jejak, memastikan bahwa tak ada satupun yang tertinggal
sebelum dia pergi. Sayangnya, orang-orang yang telah meninggalkan jejak kaki di
hatimu… mereka semua pasti akan tetap ada.
Dan
kadang-kadang ... ketika aku pergi ke lorong rumah sakit mengunjungi Mr dan
Mrs. Kim, aku berani bersumpah bahwa aku merasa Jaejoong berjalan di sampingku
seperti yang dia lakukan ketika kami masih kecil. Tapi, itu mungkin hanya
kenangan tentangnya saja. Dan dia juga, telah meninggalkan banyak kenangan
dalam hatiku…
Jaejoong sudah
mencoba. Dia mencoba untuk hidup. Dia berusia delapan belas tahun..
.... Maka
sembilan belas
... .. Dua puluh
satu ...
... Dua puluh
lima .....
... Dua puluh
enam ...
Dan di surga,
mudah-mudahan, dia akan berusia dua puluh tujuh bersama saudaranya. Aku merasa,
Iseul masih berusia 17 di surga sana, dan Jaejoong pun berusia 17.
Ia mampu
mengalahkan Leukemia, namun Ataksia tak ada obatnya. Tapi, ia tinggal enam
tahun lebih lama daripada orang biasa dengan melawan Ataksia. Itu sungguh
sesuatu yang luar biasa. Aku benar-benar terkejut dia mampu bertahan hidup
begitu lama.
Mr dan Mrs Kim
... mereka tidak benar-benar sendirian. Mereka mengadopsi seorang anak. Mereka
menamakannya Sook Ae. Dia menjaga perusahaan Jaejoong selama beberapa tahun di
akhir sisa hidup Jaejoong. Aku yakin dia juga mencintai anak itu seperti dia
mencintai Iseul.
Lalu bagaimana
denganku? Sepertinya kanker telah benar-benar meninggalkan tubuhku. Aku sehat,
dan aku mewarisi perusahaan ibuku. Aku berencana untuk segera menikah. Aku tahu
aku tidak bisa menemukan orang lain yang seperti Iseul, tapi aku juga tahu, dia
tidak ingin aku sendirian.
Jadi, inilah
aku. Si kembar itu telah meninggalkanku, tapi setiap hari, aku masih merasa
seolah mereka ada di sampingku, dan memanggilku idiot.
“Kau bisa hidup
untuk dirimu sendiri sekarang.” Jaejoong pernah mengatakannya padaku, hanya
beberapa hari sebelum kematiannya.
Aku ingat waktu
itu aku tersenyum padanya. “Tidak.” Kataku. “Aku akan selalu hidup untuk
kalian.”
Bagi kami, Iseul tidak pernah mati. Dia sedang menunggu kami, di surga sana.
Tetapi saat ini,
aku masih ingin menjalani hidupku.
Suatu saat
nanti, jika waktuku tiba, aku akan menyusul mereka. Dan aku berharap, aku bisa
bertemu lagi dengan si kembar itu.
Bahkan sekalipun
jalan yang harus kulalui lebih panjang…
Karena pada
akhirnya, tidak peduli berapa lama hidupmu.
Yang terpenting
adalah apa yang bisa kau lakukan dalam hidup itu.
Harapan adalah
cahaya
Keputusasaan
adalah kehancuran
Kenangan adalah
kenyaraan
Masa depan
adalah kebebasan
Senyuman adalah
bukti
Air mata adalah
symbol
Sakit adalah
petunjuk
Sebuah
kesempatan yang tak terbatas
Di punggung ini,
Ada sayap tak
terlihat,
Dari dasar lubuk
hati,
Aku selalu
bangga.
Satu hal,
Yang paling
penting.
Sampai kau
berhasil mendapatkannya,
Jangan pernah
menyerah.
負けない 心 – hati
yang tak terkalahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar