Author POV
Sidang akan dimulai dalam lima menit lagi. Meissy
sudah duduk di bangku pendukung, dan kini Yoochun tampak sudah sangat siap di
kursi terdakwa. Tak ada sedikitpun kecemasan di wajahnya, apalagi ketakutan.
Hanya dia sendiri dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini.
Go Ara, sampai saat ini belum muncul. Namun seperti tak ada masalah apa-apa,
Yoochun malah sibuk menjelajah jejaring sosialnya sambil duduk di kursi
terdakwa.
“Di mana dia?” tanya Changmin gusar.
“Siapa maksudmu?”
“Go Ara!”
“Mungkin dia masih…”
“Ayo cepat hubungi dia! Sidang akan segera dimulai!”
Changmin bermaksud untuk meraih ponsel dalam genggaman Yunho, namun sesosok
tubuh yang berjalan menuju kursi kuasa hukum, membuat ia tak jadi melakukannya.
Go Ara tidak menoleh sedikitpun ke arah Yoochun saat ia lewat di sana. Mereka
berdua seolah-olah sedang memiliki urusan berbeda dan tidak saling
mempedulikan.
Ibu produser tercengang melihat puterinya duduk di
sana. Ia langsung berdiri dan berseru.
“Ara! Apa yang sedang kau lakukan di sini?!” teriaknya
marah.
“Menghadiri sidang.” Jawab Ara enteng.
“Kau jadi… kuasa hukumnya?! Kau ingin menjatuhkan
umma?!”
“Maaf, umma, tapi jika di ruang pengadilan, tidak ada
hubungan darah yang berlaku.”
Ibu produser tampak kehabisan akal untuk membalas
perkataan Ara. Akhirnya ia hanya bisa duduk kembali di samping pengacaranya.
Tak lama kemudian, hakim datang memasuki ruangan. Ia
menatap lembar file di mejanya. Kasus yang cukup mengundang banyak kontroversi
dari berbagai pihak. Ia berharap, pada akhir sidang nanti, ia dan kedua jurinya
bisa memberikan keputusan yang terbaik.
“Kasus Ny. Goo Hye Rin menuntut Park Yoochun?” hakim
bertanya.
“Ya, benar.” Jawab Mr. Shin, pengacara yang ia kenal
baik.
“Siapa klien-mu, Mr. Shin?”
“Ny. Goo Hye Rin, Yang mulia.”
Hakim mengangguk. “Orang yang dituntut?”
“Di sini, Yang mulia. Namaku Park Yoochun.”
“Pembela resmimu?”
“Di sini, Yang mulia. Namaku Go Ara.” Ucapnya sambil
berdiri.
“Baik, tolong jelaskan kenapa kau membawa kasus ini ke
pengadilan, Mr. Shin?” seorang jaksa mulai bertanya.
“Tentu saja, Yang mulia. Klienku, Ny. Goo, adalah istri
dari Tn. Lee Soo Man, produser SM Entertainment. Park Yoochun, beberapa hari
yang lalu telah melakukan penganiayaan tanpa alasan terhadap Tn. Lee. Bahkan
sampai membahayakan nyawa Tn. Lee.”
“Benar demikian, Park Yoochun?” hakim mengalihkannya
pada Yoochun.
“Benar sekali, Yang mulia.” Jawab Yoochun enteng. “Aku
memang melakukannya.”
Mr. Shin tersenyum puas. “Jadi, Park Yoochun, apakah
kau punya alasan yang kuat kenapa kau melakukan hal itu?”
“Tentu saja.” Yoochun menoleh pada Go Ara sejenak.
“Aku melakukannya karena Tuan Lee yang terhormat itu berencana menghancurkan
persaudaraanku dan keempat rekanku dengan cara menawari kami sebuah kontrak
parasit.”
“Apa kau bisa membuktikan ucapanmu itu?” tanya Mr.
Shin lagi.
“Maaf, Yang mulia.” Go Ara mulai membuka suaranya.
“Silakan, Go Ara.”
“Kami sudah mengundang seorang saksi untuk hadir di
sini.”
Tak lama kemudian, muncullah sesosok tubuh yang tentu
sangat dikenal Yoochun. Demi apapun, Yoochun tidak tahu bahwa Go Ara akan
mendatangkan orang ini. Sang penasehat hukum yang pada waktu berada di dalam
ruangan bersama produser. Ini sangat luar biasa.
“Namaku Kim Changsik. Aku adalah penasehat hukum di SM
Entertainment.”
“Silakan kemukakan semua hal yang kau ketahui, Tuan
Kim.”
***
Author POV
“Oppa! cepat sedikit bawa mobilnya!” Taeyeon berteriak
untuk yang ke sekian kali.
“Jalanan sedang macet! Bagaimana mungkin aku bisa
cepat?!” ucap Junsu emosi.
Mereka sudah menghabiskan setengah jam di jalanan,
sementara seharusnya saat ini mereka sudah sampai di ruang persidangan. Kenapa
jalanan harus macet di saat seperti ini?
Junsu menatap jam di dashboard, dia sudah jelas-jelas
terlambat. Persidangan pasti sudah dimulai. Air matanya memaksa untuk jatuh
saat ia melihat jalanan yang begitu padat dan wajah keempat rekannya tebayang jelas
di kepalanya. Ia harus ada di persidangan itu. Ia harus memastikan sendiri
bahwa Yoochun baik-baik saja, dan ketiga rekannya yang lain pun baik-baik saja.
Sekali lagi ia menatap jalanan, kenapa mobilnya tak bisa bergerak juga?!
Brak! Junsu membuka pintu mobilnya, lalu membukakan
pintu untuk Taeyeon. Ia menarik lengan Taeyeon dan mengajaknya berlari
meninggalkan mobil yang bahkan masih terbuka pintunya. Junsu tak peduli
kalaupun mobilnya akan mengganggu jalanan, karena ia merasa mobil-mobil lain pun
telah mengganggu jalannya. Ia hanya harus sampai di ruang persidang-an secepat
mungkin. Jadi ia berlari sekuat tenaga, menarik Taeyeon keras-keras tanpa mem-pedulikan
teriakannya.
“Oppa! Lepas! Tanganku sakit!” seru Taeyeon sambil
meronta-ronta minta dilepaskan.
Tapi Junsu tetap tidak mengindahkan hal itu. Ia terus
mencengkram lengan Taeyeon, berlari di sepanjang jalan dengan air mata
membasahi pipinya.
***
Semua mata tertuju pada sosok Kim Changsik yang berdiri di sana sebagai saksi yang didatangkan Go Ara.
Semua mata tertuju pada sosok Kim Changsik yang berdiri di sana sebagai saksi yang didatangkan Go Ara.
“Silakan kemukakan semua hal yang kau ketahui, Tuan
Kim.” Ucap hakim memberi perintah.
“Aku datang ke sini, untuk membantah bahwa Lee Soo Man
telah merencanakan kontrak parasit untuk menghancurkan persaudaraan
mantan-mantan asuhannya yang dulu tergabung dalam grup bernama Dong Bang Shin
Ki.”
Kalimat yang dikeluarkan Kim Changsik langsung membuat
Go Ara berdiri dari kursinya.
“Apa maksudmu berkata seperti itu?!” katanya kesal.
“Kau kudatangkan ke sini untuk membantu melawan mereka, bukan malah menjatuhkanku!”
“Go Ara, harap tenang sebentar. Biarkan Tuan Kim
menyelesaikan kesaksiannya.” Ucap hakim. Go Ara hanya bisa mendengus kesal dan
kembali duduk di kursinya. “Silakan dilanjutkan, Tuan Kim.” Ucap hakim ketua
sambil melirik penasehat hukum.
“Hari itu, aku melihat sendiri dengan mata kepalaku
bahwa Park Yoochun telah melakukan tindak kekerasan tak beralasan pada Lee Soo
Man. Dia bahkan tak memiliki bukti bahwa Tuan Lee sudah membuatkan kontrak
parasit untuk menghancurkan persaudaraannya dengan keempat mantan anggota grup
yang lain.”
“Keberatan!” ucap Ara sambil mengangkat tangan. Ia
melanjutkan setelah hakim memberi kode bahwa intruksinya diterima. “Lalu, Tuan
Kim yang terhormat, apakah kau bisa menjelaskan kenapa Lee Soo Man yang cerdas
itu ingin membentuk kembali formasi DBSK, sedangkan dulu mereka sudah
menyia-nyiakan DBSK sesuka hatinya?”
“Itu karena pihak SM bermaksud untuk memperbaiki
hubungan kerjasamanya yang sempat terputus dengan ketiga mantan anggota DBSK.”
Mr. Shin mendahului menjawab.
“Tapi apa buktinya kalau Lee Soo Man benar-benar
serius ingin bekerja sama dengan mereka lagi tanpa merugikan mereka berlima?”
“Aku memiliki copian surat penawaran kontrak kerja
yang disusun SM untuk ditandatangani kelima mantan anggota DBSK. Di surat ini tertulis
jelas, jika SM melakukan sesuatu hal yang merugikan, maka mereka berlima boleh
membakar gedung SM.” Mr. Shin menyerahkan surat itu ke tangan hakim, dan hakim
membacanya beberapa saat.
“Surat ini sah dan keterangan Mr. Shin dapat kami
terima. Apa ada pembelaan terakhir dari-mu, Go Ara? Sebelum kami benar-benar
memutuskan hukuman untuk Park Yoochun.”
Beberapa saat suasana hening. Go Ara sama sekali tidak
mengeluarkan kata-kata. Ia memang terlihat ingin mengucapkan sesuatu, namun
sama sekali tak ada suara yang keluar dari bibirnya. Yunho dan Changmin sudah
saling menunduk dan berdoa agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Yoochun.
Sementara itu Meissy tampak menatap datar ke arah area persidangan. Sama sekali
tak nampak suatu ekspresi gelisah dari wajahnya. Dan di antara mereka semua,
Yoochun justru menjadi yang paling tenang. Dia hanya diam seperti kura-kura
tidur. Sama sekali tidak peduli dengan ketegangan yang menyelimuti ruangan itu.
“Baiklah, sepertinya Go Ara tidak akan memberi
pembelaan.” Ucap hakim kemudian.
“Dengan ini diputuskan, Park Yoochun telah melakukan
tindak kekerasan tanpa alasan, jadi hakim memutuskan untuk menjatuhkan
hukuman…”
“Tunggu!” sebuah suara muncul dari arah pintu. Suara
yang berhasil menghentikan peresmi-an penjatuhan hukuman pada Yoochun. Semua
mata menatap sosok Junsu yang kemudian masuk sambil menggandeng tangan Taeyeon
yang sudah kemerahan karena ditarik paksa.
“Siapa kau?” tanya hakim.
“Aku Kim Junsu, dan aku ke sini dengan membawa saksi
yang akan membongkar kebenaran yang sesungguhnya.”
“Saksi?”
“Ya. Ayo cepat jelaskan pada mereka semua, Yeonni.”
Ucap Junsu sambil mendorong tubuh Taeyeon. Beberapa saat Taeyeon hanya terdiam,
melacak begitu banyak pasang mata yang kini menatapnya penasaran.
“Apa yang kau ketahui tentang kasus ini?” tanya hakim.
“Aku… aku tahu bahwa sebenarnya Lee Soo Man tidak
bersalah. Dia korban dari kejadian ini, dan begitupun dengan Yoochun oppa.
karena sebenarnya, yang mempengaruhi Lee Soo Man untuk memeras kelima mantan
anggota DBSK adalah Tuan Penasehat hukum itu. Dialah yang menjadi dalang di
balik semua masalah ini. Jadi, jangan salahkan Lee Soo Man atau Yoochun. Karena
mereka berdua adalah korban kelicikan Tuan Kim Changsik yang terhormat.”
“Kau punya bukti yang bisa meyakinkan bahwa Kim Changsik
benar-benar bersalah?” tanya jaksa. Taeyeon mengangguk, ia lalu mengambil
ponsel dan menyerahkannya ke tangan jaksa.
“Itu adalah rekaman percakapan antara penasehat hukum
dan produser saat akan merencana-kan untuk bekerja sama lagi dengan kelima
mantan anggota DBSK.”
Tanpa menunggu lebih lama lagi, jaksa itu segera
memutar rekaman yang dimaksud Taeyeon. Dan terdengarlah dengan jelas sebuah
pembicaraan di mana penasehat hukum menyarankan pada Lee Soo Man untuk mengajak
kelima mantan asuhannya kembali bergabung dengan alasan yang sangat picik;
ingin menghancurkan persaudaraan mereka berlima.
“Bukti ini sah. Dan Kim Changsik terbukti bersalah.”
Sontak seluruh ruangan riuh menyoraki Kim Changsik.
Wajah Kim Changsik langsung pucat saat menghadapi situasi ini. Dia tidak pernah
menyangka ada orang yang menyadap pembicaraan rahasianya dengan produser. Ia
hanya bisa pasrah saat melihat hakim berdiskusi dengan kedua jurinya. Dan tak
lama kemudian, hakim segera duduk tegak kembali di singgasananya.
“Dengan ini diputuskan, Park Yoochun maupun Lee Soo
Man tidak bersalah. Dan Kim Changsik telah melakukan kejahatan berencana, untuk
itu Kim Changsik dikenai hukuman 5 tahun penjara.”
Tok tok tok
Palu telah diketukkan, hukuman telah resmi dijatuhkan.
Changmin dan Yunho meneteskan air mata bahagia melihat hal itu. Begitupun
dengan Junsu dan Taeyeon. Yoochun tersenyum pada Go Ara, lalu mengalihkan
pandangannya pada Taeyeon. Ia tidak dapat membayangkan apa yang terjadi padanya
jika Taeyeon tidak datang untuk menyelamatkannya dari jerat hukum yang tak
adil. Kini ia baru merasakan, betapa ia sangat membutuhkan bantuan orang lain
dalam hidupnya.
***
Jaejoong POV
“Mereka ingin kau hadir dalam persidangan?” Hana
memelukku dari belakang.
Aku tau Hana tidak mau aku meninggalkannya di saat
seperti ini, tapi sebagian hatiku berkata aku harus berada di persidangan itu.
Aku ingin memastikan dengan mata kepalaku sendiri bahwa Yoochun, Yunho, Junsu,
dan Changmin dalam keadaan baik-baik saja.
Aku diam, memikirkan kata-kata untuk menjawa pertanyaannya,
tapi aku tak dapat menemu-kan kata yang tepat. Aku ingin berada di sini bersama
Hana dan berada di persidangan bersama keempat rekanku yang lainnya.
Aku ingin berada di dua tempat yang berbeda. Apa yang
harus aku lakukan sekarang?
Jika aku kembali ke Korea, maka Hana akan sendirian
disini, siapa yang akan menjaganya? Member Super Junior? Mana mungkin, mereka
pasti sudah memiliki jadwal yang padat saat berada di Jepang. Orang tua Hana
juga masih shock atas kejadian yang menimpa putranya. Jika bukan aku siapa
lagi?
“Kau ingin berada di sana?” Hana kembali bertanya.
“Aku..” Aku tak tahu harus berkata apa lagi. aku tak
menemukan kata yang tepat.
Hana melepas pelukannya, sekarang dia berdiri tepat di
depanku. Dia menunduk sangat dalam, kurasa dia menyembunyikan kesedihannya.
“Kau ingin berada di sana?” Dia mengulangi pertanyaan
yang sama. “Jika kau ingin kembali ke Korea. Kau boleh pergi. Aku tak akan
mencegahmu.”
Dia mengizinkanku untuk kembali ke Korea? Apa aku
bersikap egois?. “Tapi Hana…”
“Aku tau kau ingin berada disana.” Hana menatap kedua
bola mataku, aku merasa ada sebuah kekuatan yang membuatku harus memilih. “Aku
akan baik-baik saja di sini.”
“Tapi bagaimana dengan kau? Kyuhyun? Dan kedua orang
tuamu?”
“Biar aku yang menjaga mereka untukmu, hyung.” Leeteuk
menjawab pertanyaan yag seharusnya dijawab oleh Hana. “Aku berjanji, akan
menjaga mereka. karena Kyuhyun dan keluarganya sudah ku anggap seperti
keluargaku sendiri.”
“Terima kasih Leteuk oppa. Aku akan baik-baik saja
disini.” Hana mengulanginya, air matanya kembali mengalir. “Pergilah!”
Aku meraih pipi Hana, pipi merahnya basah karena air
mata. Aku mengusap air mata yang kembali jatuh melewati pipinya.
“Kau serius?” Aku bertanya memastikan.
“Cepatlah sebelum aku berubah pikiran.” Hana tersenyum
lega.. Dia sudah tau apa yang aku pilih. Aku memilih keempat rekanku, walaupun
aku tau dia pasti kecewa karena aku memilih keempat rekanku dari pada dirinya.
Tapi inilah pilihanku. “Tapi kau harus berjanji, kembali-lah secepatnya.”
Aku menarik leher Hana, aku mengecup pelan kedua bibir
merah milih Hana. Dia tidak menolak dan membalasnya.
“Aku mencintaimu.” Aku mengucapkannya setelah aku
melepas ciuman kami, dia ter-senyum. Aku segera mengambil jaketku.
“Kau harus menepati janji, jika terjadi sesuatu terhadap
Hana, maka aku akan membunuh-mu.” Ucapku kepada Leeteuk. Dia hanya mengangguk
siap.
“Hana, aku mencintaimu.” Aku berteriak, dan berlari
menjauh dari Hana. Aku harus segera sampai di Korea secepatnya.
“Aku juga
mencintaimu oppa. Cepatlah kembali!” Hana membalas ucapanku. Aku hanya
tersenyum
***
Author POV
Persidangan sudah selesai, sudah jelas siapa yang
bersalah dan sudah terbongkar kebenaran yang sesungguhnya. Mereka berempat
masih berkumpul di depan ruang sidang dengan kelegaan yang luar biasa. Tapi
kebahagiaan mereka terasa tak lengkap jika tanpa kehadiran Jaejoong di sana.
“Kau tahu di mana Jaejoong hyung?” tanya Yoochun.
“Kyuhyun kecelakaan, jadi dia sedang di Jepang dengan
Hana saat ini.” Jawab Changmin.
“Dia harus tahu bahwa kebenaran sudah terungkap.”
Meissy menimpali.
“Aku sudah tahu.” Tiba-tiba Jaejoong muncul di sana,
menatap wajah-wajah terkejut yang juga memandanginya. “Aku yakin Yoochun tidak
akan kalah dengan wanita tua itu.”
“Dia tidak dipenjara, hyung.” Ucap Changmin. “Yang
bersalah adalah penasehat hukum, dan tadi Taeyeon sudah memberi bukti yang
kuat.”
“Apa? Bagaimana bisa?”
Akhirnya mereka menceritakan semuanya pada Jaejoong,
dan ternyata ponsel yang tadi dibawa Taeyeon adalah ponsel milik Lee Soo Man.
Ia mendapatkan ponsel itu saat ia ke rumah sakit untuk menengok sang produser.
Ia yakin, ada sesuatu yang bisa membantunya menyelamatkan Yoochun, jadi ia
membuka ponsel itu dan menemukan rekaman yang tanpa sengaja tersimpan. Bukti
nyata yang tak bisa dibantah.
“Terima kasih ya, Ara, kau sudah menjadi kuasa hukum
Yoochun.” Ucap Yunho.
“Aku tidak melakukan apa-apa, Taeyeon lah yang sudah
berjasa menyelamatkan Yoochun.”
“Terima kasih ya, Taeyeon.” Yunho beralih menatap
Taeyeon.
“Ya, sama-sama. Sudah seharusnya aku melakukan ini.
Karena aku tahu, Yoochun oppa memang tidak bersalah.”
“Bagaimana dengan Kyuhyun dan Hana, hyung?” tanya
Junsu mengalihkan topik.
“Kyuhyun masih koma, dan Leeteuk sudah bersedia
menjaga Hana sementara waktu.” Jaejoong menuturkan.
“Hati-hati loh, nanti mereka berdua saling jatuh
cinta.” Changmin terkekeh pelan.
Jaejoong hanya cemberut mendengar candaan Changmin. Ia
bahagia akhirnya masalah ini selesai.
“Dong Bang Shin Ki.” Sebuah suara yang tak asing
terdengar di tengah canda tawa mereka. sosok rapi dengan jas abu-abu itu
berjalan mendekat. Mereka kenal betul siapa pria itu, dia adalah Lee Junki,
yang tempo hari menawarkan kerja sama dengan mereka berlima.
“Mau apa kau ke sini?” tanya Changmin judes.
“Aku ingin menagih jawaban kalian. Persidangan sudah
selesai, dan sekarang jawablah, apakah kalian berlima setuju untuk bergabung di
bawah managemenku?” Lee Junki mengaju-kan satu pertanyaan yang membuat mereka
semua terdiam dalam pikiran masing-masing.
Masalah degan SM sudah selesai, dan merekapun masih
sama-sama saling menyayangi.
Mereka juga sama-sama merindukan masa indah di mana
dulu tergabung dalam satu grup yang sama. Tapi apakah kini, mereka harus
benar-benar menerima tawaran yang diajukan oleh management yang bahkan belum
mereka kenal sebelumnya?
“Maaf, aku tidak bisa. Aku sudah terikat kontrak
dengan C-jes untuk jadi guru vokal.” Ucap Jaejoong. Jawaban yang membuat mereka
semua memikirkan hal yang sama.
“Jika salah satu dari kami berlima tidak ada, maka
tidak akan perah terbentuk grup bernama Dong Bang Shin Ki. Maaf, Tuan, tapi
kurasa kami tidak bisa menerima tawaranmu.” Yunho mewakili yang lainnya untuk
menjawab.
“Ta, tapi… kenapa kalian tidak mencobanya dulu?” tanya
Lee Junki.
“Kami sudah mencobanya, tapi tidak bisa. Sekali grup
ini berakhir, selamanya grup ini takkan bersatu lagi.” Kalimat yang diucapkan
Junsu menjadi suara terakhir yang terdengar sebelum akhirnya Junsu pergi sambil
menarik Taeyeon.
***
Udah part terakhir aja -___-
BalasHapusWahaha