Welcome

Kamis, 17 Mei 2012

DBSK comeback? (part 31)


Author POV

Sidang akan dimulai dalam lima menit lagi. Meissy sudah duduk di bangku pendukung, dan kini Yoochun tampak sudah sangat siap di kursi terdakwa. Tak ada sedikitpun kecemasan di wajahnya, apalagi ketakutan. Hanya dia sendiri dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini. Go Ara, sampai saat ini belum muncul. Namun seperti tak ada masalah apa-apa, Yoochun malah sibuk menjelajah jejaring sosialnya sambil duduk di kursi terdakwa.

“Di mana dia?” tanya Changmin gusar.

“Siapa maksudmu?”

“Go Ara!”

“Mungkin dia masih…”

“Ayo cepat hubungi dia! Sidang akan segera dimulai!” Changmin bermaksud untuk meraih ponsel dalam genggaman Yunho, namun sesosok tubuh yang berjalan menuju kursi kuasa hukum, membuat ia tak jadi melakukannya. Go Ara tidak menoleh sedikitpun ke arah Yoochun saat ia lewat di sana. Mereka berdua seolah-olah sedang memiliki urusan berbeda dan tidak saling mempedulikan.

Ibu produser tercengang melihat puterinya duduk di sana. Ia langsung berdiri dan berseru.

“Ara! Apa yang sedang kau lakukan di sini?!” teriaknya marah.

“Menghadiri sidang.” Jawab Ara enteng.

“Kau jadi… kuasa hukumnya?! Kau ingin menjatuhkan umma?!”

“Maaf, umma, tapi jika di ruang pengadilan, tidak ada hubungan darah yang berlaku.”

Ibu produser tampak kehabisan akal untuk membalas perkataan Ara. Akhirnya ia hanya bisa duduk kembali di samping pengacaranya.

Tak lama kemudian, hakim datang memasuki ruangan. Ia menatap lembar file di mejanya. Kasus yang cukup mengundang banyak kontroversi dari berbagai pihak. Ia berharap, pada akhir sidang nanti, ia dan kedua jurinya bisa memberikan keputusan yang terbaik.

“Kasus Ny. Goo Hye Rin menuntut Park Yoochun?” hakim bertanya.

“Ya, benar.” Jawab Mr. Shin, pengacara yang ia kenal baik.

“Siapa klien-mu, Mr. Shin?”

“Ny. Goo Hye Rin, Yang mulia.”

Hakim mengangguk. “Orang yang dituntut?”

“Di sini, Yang mulia. Namaku Park Yoochun.”

“Pembela resmimu?”

“Di sini, Yang mulia. Namaku Go Ara.” Ucapnya sambil berdiri.

“Baik, tolong jelaskan kenapa kau membawa kasus ini ke pengadilan, Mr. Shin?” seorang jaksa mulai bertanya.

“Tentu saja, Yang mulia. Klienku, Ny. Goo, adalah istri dari Tn. Lee Soo Man, produser SM Entertainment. Park Yoochun, beberapa hari yang lalu telah melakukan penganiayaan tanpa alasan terhadap Tn. Lee. Bahkan sampai membahayakan nyawa Tn. Lee.”

“Benar demikian, Park Yoochun?” hakim mengalihkannya pada Yoochun.

“Benar sekali, Yang mulia.” Jawab Yoochun enteng. “Aku memang melakukannya.”

Mr. Shin tersenyum puas. “Jadi, Park Yoochun, apakah kau punya alasan yang kuat kenapa kau melakukan hal itu?”

“Tentu saja.” Yoochun menoleh pada Go Ara sejenak. “Aku melakukannya karena Tuan Lee yang terhormat itu berencana menghancurkan persaudaraanku dan keempat rekanku dengan cara menawari kami sebuah kontrak parasit.”

“Apa kau bisa membuktikan ucapanmu itu?” tanya Mr. Shin lagi.

“Maaf, Yang mulia.” Go Ara mulai membuka suaranya.

“Silakan, Go Ara.”

“Kami sudah mengundang seorang saksi untuk hadir di sini.”

Tak lama kemudian, muncullah sesosok tubuh yang tentu sangat dikenal Yoochun. Demi apapun, Yoochun tidak tahu bahwa Go Ara akan mendatangkan orang ini. Sang penasehat hukum yang pada waktu berada di dalam ruangan bersama produser. Ini sangat luar biasa.

“Namaku Kim Changsik. Aku adalah penasehat hukum di SM Entertainment.”

“Silakan kemukakan semua hal yang kau ketahui, Tuan Kim.”

***

Author POV

“Oppa! cepat sedikit bawa mobilnya!” Taeyeon berteriak untuk yang ke sekian kali.

“Jalanan sedang macet! Bagaimana mungkin aku bisa cepat?!” ucap Junsu emosi.

Mereka sudah menghabiskan setengah jam di jalanan, sementara seharusnya saat ini mereka sudah sampai di ruang persidangan. Kenapa jalanan harus macet di saat seperti ini?

Junsu menatap jam di dashboard, dia sudah jelas-jelas terlambat. Persidangan pasti sudah dimulai. Air matanya memaksa untuk jatuh saat ia melihat jalanan yang begitu padat dan wajah keempat rekannya tebayang jelas di kepalanya. Ia harus ada di persidangan itu. Ia harus memastikan sendiri bahwa Yoochun baik-baik saja, dan ketiga rekannya yang lain pun baik-baik saja. Sekali lagi ia menatap jalanan, kenapa mobilnya tak bisa bergerak juga?!

Brak! Junsu membuka pintu mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Taeyeon. Ia menarik lengan Taeyeon dan mengajaknya berlari meninggalkan mobil yang bahkan masih terbuka pintunya. Junsu tak peduli kalaupun mobilnya akan mengganggu jalanan, karena ia merasa mobil-mobil lain pun telah mengganggu jalannya. Ia hanya harus sampai di ruang persidang-an secepat mungkin. Jadi ia berlari sekuat tenaga, menarik Taeyeon keras-keras tanpa mem-pedulikan teriakannya.

“Oppa! Lepas! Tanganku sakit!” seru Taeyeon sambil meronta-ronta minta dilepaskan.

Tapi Junsu tetap tidak mengindahkan hal itu. Ia terus mencengkram lengan Taeyeon, berlari di sepanjang jalan dengan air mata membasahi pipinya.

***

Semua mata tertuju pada sosok Kim Changsik yang berdiri di sana sebagai saksi yang didatangkan Go Ara.

“Silakan kemukakan semua hal yang kau ketahui, Tuan Kim.” Ucap hakim memberi perintah.

“Aku datang ke sini, untuk membantah bahwa Lee Soo Man telah merencanakan kontrak parasit untuk menghancurkan persaudaraan mantan-mantan asuhannya yang dulu tergabung dalam grup bernama Dong Bang Shin Ki.”

Kalimat yang dikeluarkan Kim Changsik langsung membuat Go Ara berdiri dari kursinya.

“Apa maksudmu berkata seperti itu?!” katanya kesal. “Kau kudatangkan ke sini untuk membantu melawan mereka, bukan malah menjatuhkanku!”

“Go Ara, harap tenang sebentar. Biarkan Tuan Kim menyelesaikan kesaksiannya.” Ucap hakim. Go Ara hanya bisa mendengus kesal dan kembali duduk di kursinya. “Silakan dilanjutkan, Tuan Kim.” Ucap hakim ketua sambil melirik penasehat hukum.

“Hari itu, aku melihat sendiri dengan mata kepalaku bahwa Park Yoochun telah melakukan tindak kekerasan tak beralasan pada Lee Soo Man. Dia bahkan tak memiliki bukti bahwa Tuan Lee sudah membuatkan kontrak parasit untuk menghancurkan persaudaraannya dengan keempat mantan anggota grup yang lain.”

“Keberatan!” ucap Ara sambil mengangkat tangan. Ia melanjutkan setelah hakim memberi kode bahwa intruksinya diterima. “Lalu, Tuan Kim yang terhormat, apakah kau bisa menjelaskan kenapa Lee Soo Man yang cerdas itu ingin membentuk kembali formasi DBSK, sedangkan dulu mereka sudah menyia-nyiakan DBSK sesuka hatinya?”

“Itu karena pihak SM bermaksud untuk memperbaiki hubungan kerjasamanya yang sempat terputus dengan ketiga mantan anggota DBSK.” Mr. Shin mendahului menjawab.

“Tapi apa buktinya kalau Lee Soo Man benar-benar serius ingin bekerja sama dengan mereka lagi tanpa merugikan mereka berlima?”

“Aku memiliki copian surat penawaran kontrak kerja yang disusun SM untuk ditandatangani kelima mantan anggota DBSK. Di surat ini tertulis jelas, jika SM melakukan sesuatu hal yang merugikan, maka mereka berlima boleh membakar gedung SM.” Mr. Shin menyerahkan surat itu ke tangan hakim, dan hakim membacanya beberapa saat.

“Surat ini sah dan keterangan Mr. Shin dapat kami terima. Apa ada pembelaan terakhir dari-mu, Go Ara? Sebelum kami benar-benar memutuskan hukuman untuk Park Yoochun.”

Beberapa saat suasana hening. Go Ara sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata. Ia memang terlihat ingin mengucapkan sesuatu, namun sama sekali tak ada suara yang keluar dari bibirnya. Yunho dan Changmin sudah saling menunduk dan berdoa agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Yoochun. Sementara itu Meissy tampak menatap datar ke arah area persidangan. Sama sekali tak nampak suatu ekspresi gelisah dari wajahnya. Dan di antara mereka semua, Yoochun justru menjadi yang paling tenang. Dia hanya diam seperti kura-kura tidur. Sama sekali tidak peduli dengan ketegangan yang menyelimuti ruangan itu.

“Baiklah, sepertinya Go Ara tidak akan memberi pembelaan.” Ucap hakim kemudian.

“Dengan ini diputuskan, Park Yoochun telah melakukan tindak kekerasan tanpa alasan, jadi hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman…”

“Tunggu!” sebuah suara muncul dari arah pintu. Suara yang berhasil menghentikan peresmi-an penjatuhan hukuman pada Yoochun. Semua mata menatap sosok Junsu yang kemudian masuk sambil menggandeng tangan Taeyeon yang sudah kemerahan karena ditarik paksa.

“Siapa kau?” tanya hakim.

“Aku Kim Junsu, dan aku ke sini dengan membawa saksi yang akan membongkar kebenaran yang sesungguhnya.”

“Saksi?”

“Ya. Ayo cepat jelaskan pada mereka semua, Yeonni.” Ucap Junsu sambil mendorong tubuh Taeyeon. Beberapa saat Taeyeon hanya terdiam, melacak begitu banyak pasang mata yang kini menatapnya penasaran.

“Apa yang kau ketahui tentang kasus ini?” tanya hakim.

“Aku… aku tahu bahwa sebenarnya Lee Soo Man tidak bersalah. Dia korban dari kejadian ini, dan begitupun dengan Yoochun oppa. karena sebenarnya, yang mempengaruhi Lee Soo Man untuk memeras kelima mantan anggota DBSK adalah Tuan Penasehat hukum itu. Dialah yang menjadi dalang di balik semua masalah ini. Jadi, jangan salahkan Lee Soo Man atau Yoochun. Karena mereka berdua adalah korban kelicikan Tuan Kim Changsik yang terhormat.”

“Kau punya bukti yang bisa meyakinkan bahwa Kim Changsik benar-benar bersalah?” tanya jaksa. Taeyeon mengangguk, ia lalu mengambil ponsel dan menyerahkannya ke tangan jaksa.

“Itu adalah rekaman percakapan antara penasehat hukum dan produser saat akan merencana-kan untuk bekerja sama lagi dengan kelima mantan anggota DBSK.”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, jaksa itu segera memutar rekaman yang dimaksud Taeyeon. Dan terdengarlah dengan jelas sebuah pembicaraan di mana penasehat hukum menyarankan pada Lee Soo Man untuk mengajak kelima mantan asuhannya kembali bergabung dengan alasan yang sangat picik; ingin menghancurkan persaudaraan mereka berlima.

“Bukti ini sah. Dan Kim Changsik terbukti bersalah.”

Sontak seluruh ruangan riuh menyoraki Kim Changsik. Wajah Kim Changsik langsung pucat saat menghadapi situasi ini. Dia tidak pernah menyangka ada orang yang menyadap pembicaraan rahasianya dengan produser. Ia hanya bisa pasrah saat melihat hakim berdiskusi dengan kedua jurinya. Dan tak lama kemudian, hakim segera duduk tegak kembali di singgasananya.

“Dengan ini diputuskan, Park Yoochun maupun Lee Soo Man tidak bersalah. Dan Kim Changsik telah melakukan kejahatan berencana, untuk itu Kim Changsik dikenai hukuman 5 tahun penjara.”

Tok tok tok

Palu telah diketukkan, hukuman telah resmi dijatuhkan. Changmin dan Yunho meneteskan air mata bahagia melihat hal itu. Begitupun dengan Junsu dan Taeyeon. Yoochun tersenyum pada Go Ara, lalu mengalihkan pandangannya pada Taeyeon. Ia tidak dapat membayangkan apa yang terjadi padanya jika Taeyeon tidak datang untuk menyelamatkannya dari jerat hukum yang tak adil. Kini ia baru merasakan, betapa ia sangat membutuhkan bantuan orang lain dalam hidupnya.

***

Jaejoong POV

“Mereka ingin kau hadir dalam persidangan?” Hana memelukku dari belakang.

Aku tau Hana tidak mau aku meninggalkannya di saat seperti ini, tapi sebagian hatiku berkata aku harus berada di persidangan itu. Aku ingin memastikan dengan mata kepalaku sendiri bahwa Yoochun, Yunho, Junsu, dan Changmin dalam keadaan baik-baik saja.

Aku diam, memikirkan kata-kata untuk menjawa pertanyaannya, tapi aku tak dapat menemu-kan kata yang tepat. Aku ingin berada di sini bersama Hana dan berada di persidangan bersama keempat rekanku yang lainnya.

Aku ingin berada di dua tempat yang berbeda. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Jika aku kembali ke Korea, maka Hana akan sendirian disini, siapa yang akan menjaganya? Member Super Junior? Mana mungkin, mereka pasti sudah memiliki jadwal yang padat saat berada di Jepang. Orang tua Hana juga masih shock atas kejadian yang menimpa putranya. Jika bukan aku siapa lagi?

“Kau ingin berada di sana?” Hana kembali bertanya.

“Aku..” Aku tak tahu harus berkata apa lagi. aku tak menemukan kata yang tepat.

Hana melepas pelukannya, sekarang dia berdiri tepat di depanku. Dia menunduk sangat dalam, kurasa dia menyembunyikan kesedihannya.

“Kau ingin berada di sana?” Dia mengulangi pertanyaan yang sama. “Jika kau ingin kembali ke Korea. Kau boleh pergi. Aku tak akan mencegahmu.”

Dia mengizinkanku untuk kembali ke Korea? Apa aku bersikap egois?. “Tapi Hana…”

“Aku tau kau ingin berada disana.” Hana menatap kedua bola mataku, aku merasa ada sebuah kekuatan yang membuatku harus memilih. “Aku akan baik-baik saja di sini.”

“Tapi bagaimana dengan kau? Kyuhyun? Dan kedua orang tuamu?”

“Biar aku yang menjaga mereka untukmu, hyung.” Leeteuk menjawab pertanyaan yag seharusnya dijawab oleh Hana. “Aku berjanji, akan menjaga mereka. karena Kyuhyun dan keluarganya sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri.”

“Terima kasih Leteuk oppa. Aku akan baik-baik saja disini.” Hana mengulanginya, air matanya kembali mengalir. “Pergilah!”

Aku meraih pipi Hana, pipi merahnya basah karena air mata. Aku mengusap air mata yang kembali jatuh melewati pipinya.

“Kau serius?” Aku bertanya memastikan.

“Cepatlah sebelum aku berubah pikiran.” Hana tersenyum lega.. Dia sudah tau apa yang aku pilih. Aku memilih keempat rekanku, walaupun aku tau dia pasti kecewa karena aku memilih keempat rekanku dari pada dirinya. Tapi inilah pilihanku. “Tapi kau harus berjanji, kembali-lah secepatnya.”

Aku menarik leher Hana, aku mengecup pelan kedua bibir merah milih Hana. Dia tidak menolak dan membalasnya.

“Aku mencintaimu.” Aku mengucapkannya setelah aku melepas ciuman kami, dia ter-senyum. Aku segera mengambil jaketku.

“Kau harus menepati janji, jika terjadi sesuatu terhadap Hana, maka aku akan membunuh-mu.” Ucapku kepada Leeteuk. Dia hanya mengangguk siap.

“Hana, aku mencintaimu.” Aku berteriak, dan berlari menjauh dari Hana. Aku harus segera sampai di Korea secepatnya.

 “Aku juga mencintaimu oppa. Cepatlah kembali!” Hana membalas ucapanku. Aku hanya tersenyum

***

Author POV

Persidangan sudah selesai, sudah jelas siapa yang bersalah dan sudah terbongkar kebenaran yang sesungguhnya. Mereka berempat masih berkumpul di depan ruang sidang dengan kelegaan yang luar biasa. Tapi kebahagiaan mereka terasa tak lengkap jika tanpa kehadiran Jaejoong di sana.

“Kau tahu di mana Jaejoong hyung?” tanya Yoochun.

“Kyuhyun kecelakaan, jadi dia sedang di Jepang dengan Hana saat ini.” Jawab Changmin.

“Dia harus tahu bahwa kebenaran sudah terungkap.” Meissy menimpali.

“Aku sudah tahu.” Tiba-tiba Jaejoong muncul di sana, menatap wajah-wajah terkejut yang juga memandanginya. “Aku yakin Yoochun tidak akan kalah dengan wanita tua itu.”

“Dia tidak dipenjara, hyung.” Ucap Changmin. “Yang bersalah adalah penasehat hukum, dan tadi Taeyeon sudah memberi bukti yang kuat.”

“Apa? Bagaimana bisa?”

Akhirnya mereka menceritakan semuanya pada Jaejoong, dan ternyata ponsel yang tadi dibawa Taeyeon adalah ponsel milik Lee Soo Man. Ia mendapatkan ponsel itu saat ia ke rumah sakit untuk menengok sang produser. Ia yakin, ada sesuatu yang bisa membantunya menyelamatkan Yoochun, jadi ia membuka ponsel itu dan menemukan rekaman yang tanpa sengaja tersimpan. Bukti nyata yang tak bisa dibantah.

“Terima kasih ya, Ara, kau sudah menjadi kuasa hukum Yoochun.” Ucap Yunho.

“Aku tidak melakukan apa-apa, Taeyeon lah yang sudah berjasa menyelamatkan Yoochun.”

“Terima kasih ya, Taeyeon.” Yunho beralih menatap Taeyeon.

“Ya, sama-sama. Sudah seharusnya aku melakukan ini. Karena aku tahu, Yoochun oppa memang tidak bersalah.”

“Bagaimana dengan Kyuhyun dan Hana, hyung?” tanya Junsu mengalihkan topik.

“Kyuhyun masih koma, dan Leeteuk sudah bersedia menjaga Hana sementara waktu.” Jaejoong menuturkan.

“Hati-hati loh, nanti mereka berdua saling jatuh cinta.” Changmin terkekeh pelan.

Jaejoong hanya cemberut mendengar candaan Changmin. Ia bahagia akhirnya masalah ini selesai.

“Dong Bang Shin Ki.” Sebuah suara yang tak asing terdengar di tengah canda tawa mereka. sosok rapi dengan jas abu-abu itu berjalan mendekat. Mereka kenal betul siapa pria itu, dia adalah Lee Junki, yang tempo hari menawarkan kerja sama dengan mereka berlima.

“Mau apa kau ke sini?” tanya Changmin judes.

“Aku ingin menagih jawaban kalian. Persidangan sudah selesai, dan sekarang jawablah, apakah kalian berlima setuju untuk bergabung di bawah managemenku?” Lee Junki mengaju-kan satu pertanyaan yang membuat mereka semua terdiam dalam pikiran masing-masing.

Masalah degan SM sudah selesai, dan merekapun masih sama-sama saling menyayangi.

Mereka juga sama-sama merindukan masa indah di mana dulu tergabung dalam satu grup yang sama. Tapi apakah kini, mereka harus benar-benar menerima tawaran yang diajukan oleh management yang bahkan belum mereka kenal sebelumnya?

“Maaf, aku tidak bisa. Aku sudah terikat kontrak dengan C-jes untuk jadi guru vokal.” Ucap Jaejoong. Jawaban yang membuat mereka semua memikirkan hal yang sama.

“Jika salah satu dari kami berlima tidak ada, maka tidak akan perah terbentuk grup bernama Dong Bang Shin Ki. Maaf, Tuan, tapi kurasa kami tidak bisa menerima tawaranmu.” Yunho mewakili yang lainnya untuk menjawab.

“Ta, tapi… kenapa kalian tidak mencobanya dulu?” tanya Lee Junki.

“Kami sudah mencobanya, tapi tidak bisa. Sekali grup ini berakhir, selamanya grup ini takkan bersatu lagi.” Kalimat yang diucapkan Junsu menjadi suara terakhir yang terdengar sebelum akhirnya Junsu pergi sambil menarik Taeyeon.
 
***

1 komentar: